MAKALAH
UKURAN DISPERSI

DISUSUN OLEH :
VEBRUANDA WILZANI PUTRI
NIM A1C214017
DOSEN PENGAMPU :
Dra.IRMA SURYANI,M.Pd
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala
puji dan syukur hanya milik Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufiq, hidayah
dan inayah-Nya lah penulis sampai saat ini masih diberikan bermacam kenikmatan
yang tiada ternilai harganya serta Rasul Allah Muhammad SAW pembawa petunjuk
bagi umat Islam, hingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah dengan
judul “Ukuran Dispersi”. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata
kuliah bahasa Indonesia.
Saya sebagai
penulis sangat menyadari keterbatasan
dan kemampuan yang dimiliki sehingga banyak kendala dan kesulitan yang dihadapi
dalam penulisan makalah ini. Namun demikian berkat bimbingan, arahan, dorongan,
perhatian, serta bantuan baik moral maupun materil dari berbagai pihak,
akhirnya makalah ini dapat diselesaikan. Untuk itu penulis mengucapkan rasa
hormat dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan
makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu semua
kritik dan saran untuk perbaikan dan kemajuan ke depan sangat diharapkan dan
diterima oleh penulis. Akhirnya semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.
Wassalam.
Jambi, Juni 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………......................................................................................
2
DAFTAR ISI................................................................................................................ 3
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG............................................................................................. 4
B. RUMUSAN
MASALAH.........................................................................................
5
C. TUJUAN
PENULISAN...........................................................................................
5
D. MANFAAT
PENULISAN......................................................................................
5
BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN
DISPERSI........................................................................................................ 6
2.
ANALISIS DATA SEKUNDER.................................................................................................................
9
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN.......................................................................................................16
B. SARAN..................................................................................................................
16
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 17
BAB I. PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Penulisan Makalah
kata statistik telah dipakai untuk
menyatakan kumpulan data, bilangan maupun non-bilangan yang disusun dalam tabel
dan diagram, yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. Sedangkan
statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan
data, pengolahan atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan
kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan ( Sudjana, 1990 : 2 ).
Secara umum kedudukan statistika
memiliki beberapa manfaat, antara lain:
1.
menyajikan data secara ringkas dan
jelas, sehingga lebih mudah dimengerti oleh para pengguna.
2.
menunjukkan trend atau tendensi
perkembangan suatu masalah.
3.
melakukan penarikan kesimpulan
secara ilmiah.
Menurut
Yitnosumarto ( 1990 : 9 ) “Statistika deskriptif adalah metode - metode yang
berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian segugus data.”
Dalam
materi ini yang akan penulis bahas adalah tentang ukuran penyebaran atau
dispersi. Ukuran penyebaran atau dispersi atau ukuran simpangan adalah ukuran
yang menggambarkan bagaimana berpencarnya suatu data kuantitatif. Ukuran ini
sering disebut dengan ukuran variasi.
Pentingnya
kita mempelajari dispersi data didasarkan pada dua pertimbangan. Pertama, pusat
data, seperti rata-rata hitung, median, dan modus hanya memberi informasi yang
sangat terbatas, sehingga tanpa disandingkan dengan dispersi data kurang bermanfaat
dalam analisis data.
Kedua,
dispersi data sangat penting untuk membandingkan penyebaran dua distribusi data
atau lebih. Ada beberapa jenis ukuran dispersi data, antara lain: jangkauan
(range), simpangan rata-rata (mean deviation), variansi (variance), simpangan
baku (standard deviation), jangkauan kuarti, dan jangkauan persentil.
Dan dalam makalah ini penulis akan mengangkat
tema “ukuran dispersi”.
B. Rumusan Makalah
Makalah tentang UKURAN DISPERSI ini mencakup beberapa permasalahan, yaitu sebagai berikut :
1.
apakah
yang dimaksud dengan ukuran dispersi?
2.
apa
saja yang termasuk dalam ukuran dispersi?
3.
bagaimana
cara menghitung ukuran dispersi?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. agar pembaca
dapat mengetahui apakah itu ukuran dispersi.
2. agar pembaca
dapat mengetahui apa saja yang termasuk dalam ukuran dispersi.
3. untuk mengetahui cara menghitung Ukuran
Dispersi.
D.
Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan dapat menjadi sumber
informasi tambahan bagi pembaca dan bagi mahasiswa Pendidikan Matematika
khususnya. Penulis mengharapkan tulisan ini bisa menjadi suatu pemaparan yang
dapat menjelaskan tentang ukuran dispersi
dalam statistika dasar bagi pelajar yang mengalami kesulitan dalam
mengerjakan tugas statistika dasar. Penulis juga mengharapkan agar pembaca
dapat memahami pentingnya ilmu statistika dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II. PEMBAHASAN
A.
Pengertin Dispersi
Menurut Sudjana
( 1990:4 ) “Ukuran dispersi adalah ukuran yang menyatakan seberapa jauh
penyimpangan nilai-nilai data dari nilai-nilai pusatnya atau ukuran yang
menyatakan seberapa banyak nilai-nilai data yang berbeda dengan nilai-nilai
pusatnya”.
Menurut
Yitnosumarto ( 1990:11 ) “Penyebaran atau dispersi adalah pergerakan dari nilai
observasi terhadap nilai rata-ratanya. Rata-rata dari serangkaian nilai
observasi tidak dapat diinterpretasikan secara terpisah dari hasil dispersi
nilai-nila tersebut sekitar rata-ratanya. Makin besar variasi nilai, makin
kurang representatif rata-rata distribusinya”.
Jadi,
dispersi/pengukuran penyebaran data adalah suatu ukuran baik parameter atau
statistika untuk mengetahui seberapa besar penyimpangan data. Melalui ukuran
penyebaran dapat diketahui seberapa jauh data-data menyebar dari titik
pemusatannya/suatu kelompok data terhadap pusat data. Ukuran ini kadang-kadang
dinamakan pula ukuran variasi yang menggambarkan berpencarnya data kuantitatif.
Ukuran pemusatan
( mean, median, modus ) hanya menitikberatkan pada pusat data, tapi tidak
memberikan informasi mengenai sebaran nilai pada data tersebut, apakah
nilai-nilai data bervariasi ataukah tidak.Terdapat 3 kondisi variasi data,
yaitu data yang homogen (tidak bervariasi), data heterogen (sangat bervariasi),
dan data yang relatif homogen (tidak begitu bervariasi).Ilustrasinya sebagai berikut.
Data homogen:
50 50 50 50 50 -> rata-rata hitung=50
Data relatif
homogen: 50 40 30 60 70 -> rata-rata hitung=50
Data heterogen: 100 40 80 20
10 -> rata-rata hitung=50
Bila
diperhatikan, ketiga kondisi di atas memberikan nilai rata-rata hitung yang
sama, yaitu sebesar 50. Namun, kenyataannya rata-rata hitung pada data yang
homogen dapat dengan baik mewakili himpunan data keseluruhan.Rata-rata hitung
pada data yang relatif homogen cukup baik mewakili himpunan datanya. Sedangkan,
rata-rata hitung pada data yang heterogen tidak dapat mewakili dengan baik
himpunan data secara keseluruhan.
Terdapat
beberapa macam ukuran variasi atau dispersi, yaitu sebagai berikut.
·
Range
·
Simpangan
Rata – rata
·
Variansi
·
Simpangan
Baku
·
Jangkauan
Kuartil dan Jangkauan Persentil.
1.
Range ( kisaran/rentang )
Menurut
Yitnosumarto ( 1990:16 ) “Kisaran adalah selisih nilai pengamatan
tertinggi dengan nilai pengamatan terendah atau
R = Xt – Xr.”
Jadi, rentang adalah bentuk paling
sederhana dari ukuran variasi. Rentang suatu kelompok data dapat menunjukkan
kualitas data, makin kecil rentang suatu data, maka kualitas data itu semakin
baik sebaliknya semakin besar rentang suatu data, maka kualitas data tersebut
semakin tidak baik.
Untuk data berkelompok,
jangkauan dapat ditentukan dengan dua cara, yaitu:
1)
Selisih titik tengah
kelas tertinggi dengan titik tengah kelas terendah.
2)
selisish tepi atas
kelas tertinggi dengan tepi bawah kelast erendah.
2. Simpangan Rata – rata
Simpangan rata-rata disingkat SR
adalah jumlah nilai mutlak dari selisih semuanilai dengan nilai rata-rata
dibagi dengan banyaknya data.
Rumus
simpagan rata – rata untuk data yang sudah dikelompokkan :
SR = 
3. Variansi dan Simpangan Baku
Variansi adalah rata-rata kuadrat
selisih atau kuadrat simpangan dari semuanilai data terhadap rata-rata hitung.
Varians iuntuk sampel dilambangkan dengan
.
Rumus Variansi untuk data yang sudah
dikelompokkan :
Simpangan
baku adalah akar dari tengah kuadrat simpangan dari nilai tengah atau akar
kuadrat dari variansi. Simpangan baku adalah ukuran simpangan yang paling
banyak digunakan dalam statistika karena standar deviasi melibatkan semua nilai
data serta merupakan bentuk linear dan selalu positif, sementara ukuran ukuran
dispersi data merupakan jarak yang bentukknya linear dan positif.
Rumus
simpangan baku untuk data yang sudah dikelompokkan :
S =
4. Jangkauan Kuartil dan Jangkauan Persentil
Jangkauan
kuartil atau simpangan kuartil merupakan
modifikasi dari range yang sederhana, yakni mencoba ‘mempersempit’ jarak yang
diukur. Jika pada range sederhana, jarak kedua titik adalah data terbesar dan
terkecil, atau antar dua ujung nilai data, maka pada inter kuartil range, data
yang digunakan adalah data yang lebih dekat ketitik pusat.
Rumus
jangkauan kuartil untuk data yang sudah dikelompokkan :
JK =
(Q3 – Q1)
Jangkauan persentil 10 – 90 disebut juga rentang
persentil 10 – 90.
Rumus
jangkauan persentil untuk data yang sudah dikelompokkan :
JP = P90 – P10
B.
Analisis Data Sekunder
Dari landasan teori diatas maka kita dapat menghitung macam – macam ukuran
dispersi dengan menggunakan contoh data berikut.
DATA TINGGI
BADAN MAHASISWA/I
|
Interval
|
Frekuensi
|
|
146 - 150
|
2
|
|
151 - 155
|
7
|
|
156 - 160
|
10
|
|
161 - 165
|
4
|
|
166 - 170
|
5
|
|
171- 175
|
1
|
|
176 - 180
|
1
|
|
Jumlah
|
30
|
1.
Range
Untuk
mencari range ada dua cara :
a.
Selisih titik tengah kelas tertinggi dengan titik tengah kelas terendah.
R = Titik tengah kelas tertinggi – Titik kelas terendah
R = 178 – 148
R = 30
b.
Selisih tepi atas kelas tertinggi dengan tepi bawah kelas terendah.
R = TAK – TBK
R = 145,5 – 180,5
R = 35
1. Simpangan Rata – rata
Rumus
simpangan Rata – rata adalah
SR = 
Maka :
SR = 
SR =
SR = 
SR = 5,7787
2. Variansi dan Simpangan Baku
Rumus
Variansi adalah
Untuk rumus dari simpangan baku :
S = 
S = 
S = 7,2321
3. Jangkauan Kuartil dan Jangkauan Persentil
Rumus jangkauan
kuartil adalah :
JK =
Q3 – Q1
Maka kita
harus mencari Q3 dan Q1 dahulu.
Q3 : kelas
dimana terdapat data ke – (3n/4)
n = 30,
maka 3(30)/4 = 22,5
kelas Q3 àkelas dimana terdapat data ke – 22,5 yang dapat
diketahui frekuensi kumulatifnya.
|
Interval
|
Fi
|
f.
kumulatif
|
|
146 - 150
|
2
|
2
|
|
151 - 155
|
7
|
9
|
|
156 - 160
|
10
|
19
|
|
161 - 165
|
4
|
23
|
|
166 - 170
|
5
|
28
|
|
171- 175
|
1
|
29
|
|
176 - 180
|
1
|
30
|
|
30
|
Q3 = 
Q3 = 160,5 +

Q3 = 164, 875
Q1 : kelas
dimana terdapat data ke – (1n/4)
n = 30
,maka 1(30)/4 = 7,5
kelas Q1àkelas dimana terdapat data ke – 7,5 yang dapat
diketahui frekuensi kumulatifnya.
|
Interval
|
Fi
|
f.
kumulatif
|
|
146 - 150
|
2
|
2
|
|
151 - 155
|
7
|
9
|
|
156 - 160
|
10
|
19
|
|
161 - 165
|
4
|
23
|
|
166 - 170
|
5
|
28
|
|
171- 175
|
1
|
29
|
|
176 - 180
|
1
|
30
|
|
|
30
|
|
Untuk mencari Q1 :
Kelas Q1 à n = 30, makaà 1n/4 = 1(30)/4 = 7,5
Q1 = 
Q1 = 150,5 + 
Q1 = 153,9286
Maka jangkauan kuartilnya :
JK =
(Q3 – Q1)
JK =
(164,875 – 153,9286)
JK = 5,473
Rumus jangkuan Persentil
P90 : kelas
dimana terdapat data ke – (90n/100)
n = 30
,maka 90(30)/100 = 27
kelas P90 àkelas dimana terdapat data ke – 27 yang dapat
diketahui frekuensi kumulatifnya.
|
Interval
|
Fi
|
f.
kumulatif
|
|
146 – 150
|
2
|
2
|
|
151 – 155
|
7
|
9
|
|
156 – 160
|
10
|
19
|
|
161 – 165
|
4
|
23
|
|
166 – 170
|
5
|
28
|
|
171- 175
|
1
|
29
|
|
176 – 180
|
1
|
30
|
|
|
30
|
|
Untuk mencari P90 :
Kelas P90à n = 30, makaà 1n/4 = 1(30)/4 = 7,5
P90 = 
P90 = 165,5 + 
P90 = 169,5
P10 : kelas
dimana terdapat data ke – (10n/100)
n = 30
,maka 10(30)/100 = 3
kelas P10 àkelas dimana terdapat data ke – 3 yang dapat diketahui frekuensi
kumulatifnya.
|
Interval
|
Fi
|
f.
kumulatif
|
|
146 – 150
|
2
|
2
|
|
151 – 155
|
7
|
9
|
|
156 – 160
|
10
|
19
|
|
161 – 165
|
4
|
23
|
|
166 – 170
|
5
|
28
|
|
171- 175
|
1
|
29
|
|
176 – 180
|
1
|
30
|
|
|
30
|
|
Untuk mencari P10 :
Kelas P10à n = 30, makaà 10n/100 = 10(30)/100 = 3
P10 = 
P10 = 150,5 + 
P10 = 150,5
BAB III. PENUTUP
A. Simpulan
Dispersi data adalah ukuran
yang menyatakan seberapa jauh penyimpangan nilai-nilai individu terhadap nilai
pusatnya (rata-rata). Dispersi data sangat penting untuk membandingkan
penyebaran dua distribusi data atau lebih .Dispersi data dibagi menjadi :
Range, simpangan rata – rata, variansi, simpangan baku, jangkauan kuartil dan
jangkauan persentil.
B. Saran
Pentingnya kita mempelajari dispersi
data didasarkan pada dua pertimbangan. Pertama, pusat data, seperti rata-rata
hitung, median, dan modus hanya memberi informasi yang sangat terbatas,
sehingga tanpa disandingkan dengan dispersi data kurang bermanfaat dalam
analisis data.
DAFTAR PUSTAKA
Sudjana. 1990. Statistika Dasar. Jakarta: Erlangga
Yitnosumarto.
1990. Statistika Dasar. Jakarta: Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar